Yang mengintai adalah hujan di balik pintu itu
Dalam malam yang bersuarakan denting,
bergejolak hati dalam asmara yang tak henti bergeming
Terkuak sudah rindumu melontar pada gelap hari
Tanpa bergumam kau coba meluap
Ku tau dirimu,mencoba menyeruak dalam perihal kesakitan.
Mengarang kata manja yang sudah terbiasa kau jadikan senjata,mencabik segenap asa yang tumbuh kala muncul dirinya. Bisa apa aku dengan keterbatasanku?
Belajar tentang ikhlas melepas kepergian,kadang salah bersandar kepada siapa.tega adalah 1 alasan mengapa harus semuanya jadi kenang,yang tersisa adalah hujan
Rinai mulai tak deras,hanya kadang memendung jelas
#untukmu wahai rindu yang sulit melepas
Selasa, 15 November 2016
Selasa, 08 November 2016
Aku ada
Bila memang pagiku seterang ini ku berpasrah padamu sang pemilik pagi. Berharap selalu dengan cahayanya.
Adapun engkau tak lelahnya berpendar gurau dalam ambang resahmu.
Aku dengan dinginku mencari hari tanpa kacamata
Isyaratkan tentang gelisah tak mampu jelas berjalan dengan kepastian.
Tak menentu kadang hujan itu datang,hampiri tiap mata2 perindu hujan . Memang seharusnya deras saat perihal demikian.
Gemerlap yang biasanya memang terasa berbeda,
tak mengapa karena rengkuhku hanya kusandarkan padamu
Kau belajar merebahkan lara,hadapi segenap geming,lewati segenggam dera.
Bersama lukamu kau hebat,tak terpaku meski sakit mencoba kuasaimu dari kuatnya asa.
Sekarang kupastikan disini, disisimu.
Menjagamu adalah alasan utamaku,entah mengapa,entahlah.hanya tak mampu melihatmu dengan murung memendung.
#perihal mendampingi ku pastikan ada
Adapun engkau tak lelahnya berpendar gurau dalam ambang resahmu.
Aku dengan dinginku mencari hari tanpa kacamata
Isyaratkan tentang gelisah tak mampu jelas berjalan dengan kepastian.
Tak menentu kadang hujan itu datang,hampiri tiap mata2 perindu hujan . Memang seharusnya deras saat perihal demikian.
Gemerlap yang biasanya memang terasa berbeda,
tak mengapa karena rengkuhku hanya kusandarkan padamu
Kau belajar merebahkan lara,hadapi segenap geming,lewati segenggam dera.
Bersama lukamu kau hebat,tak terpaku meski sakit mencoba kuasaimu dari kuatnya asa.
Sekarang kupastikan disini, disisimu.
Menjagamu adalah alasan utamaku,entah mengapa,entahlah.hanya tak mampu melihatmu dengan murung memendung.
#perihal mendampingi ku pastikan ada
Langganan:
Komentar (Atom)