Perihal tentangmu sudah layaknya jejak sebuah kenang,
hanya sebuah jejak yang tak berpenghuni
Tak mau lagi lihat skema sandiwaramu,meliuk kesakitan meski lama hilang tujuan.
Kotamu sekedarnya adalah isak.
Memang adanya tetesan deru lahir karena dirimu,sementara ini tersisa perih luka bekas sobekanmu
Harapkan jadi paragraf cerita,akan tatapi memudar akan semua tinta.
aku Letakan kotor seberkas dalam genggaman,!caci diri sendiri lantaran kecewa menempel ditepian naskahku.bukan ini mauku! lantas mengapa dirimu masih saja berlelah cemaskanku? Tanyaku bergumam membisu
#Riarts
Tidak ada komentar:
Posting Komentar