Jumat, 14 Oktober 2016

Akan terbiasa

Gerimis bergumam,
Berbicara padaku tentang makna sebuah kenang.
Harus terbiasa dengan dentingannya,dengan lara tiap tetes2nya.
Pernah,Aku adalah sebuah buku kecil dalam bisikmu,
melewati ruang2 tawa merekahkan sebuah jiwa. Jiwa yang paham akan hati yang tertambat mantap dalam dirimu .singgahi hati isi yang ber asa memapah diri.
 Jawabannya adalah salah,dan salah .
berani melangkah dengan symphony indah menepi hati awalnya.
sampai risau menyiksa pada tatapanmu sang senja.
 Masih menangis ketika hujan mengisi tatapku,
Gelisah berderu tanpa mau berlagu.
Belajar ikhlaskan pilu akan arti sebuah rindu.
Rindu,,pergilah wahai rindu.
Hujani setiap hembusku ungkap kembali hawa dirimu,
Mengingatkan, temani langkah kita kala rinai bermain melodinya, Sembari pejamkan mata , nikmati derasnya suara,,
Ku kenang dirimu,tanpa ku berkata,
Ku bisikan asaku lewat tetesan"cerita kita.


#bukan hanya perihal keindahan,ia banyak mengejarkanmu tentang bagaimana kamu lebih baik dalam melangkah ke depan nanti.meski sakit bila teringat,meski galau jadinya,perlakukan kenangan secara bijak ,maka dewasalah dirimu karena sebuah kenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar