Yang mengintai adalah hujan di balik pintu itu
Dalam malam yang bersuarakan denting,
bergejolak hati dalam asmara yang tak henti bergeming
Terkuak sudah rindumu melontar pada gelap hari
Tanpa bergumam kau coba meluap
Ku tau dirimu,mencoba menyeruak dalam perihal kesakitan.
Mengarang kata manja yang sudah terbiasa kau jadikan senjata,mencabik segenap asa yang tumbuh kala muncul dirinya. Bisa apa aku dengan keterbatasanku?
Belajar tentang ikhlas melepas kepergian,kadang salah bersandar kepada siapa.tega adalah 1 alasan mengapa harus semuanya jadi kenang,yang tersisa adalah hujan
Rinai mulai tak deras,hanya kadang memendung jelas
#untukmu wahai rindu yang sulit melepas
Selasa, 15 November 2016
Selasa, 08 November 2016
Aku ada
Bila memang pagiku seterang ini ku berpasrah padamu sang pemilik pagi. Berharap selalu dengan cahayanya.
Adapun engkau tak lelahnya berpendar gurau dalam ambang resahmu.
Aku dengan dinginku mencari hari tanpa kacamata
Isyaratkan tentang gelisah tak mampu jelas berjalan dengan kepastian.
Tak menentu kadang hujan itu datang,hampiri tiap mata2 perindu hujan . Memang seharusnya deras saat perihal demikian.
Gemerlap yang biasanya memang terasa berbeda,
tak mengapa karena rengkuhku hanya kusandarkan padamu
Kau belajar merebahkan lara,hadapi segenap geming,lewati segenggam dera.
Bersama lukamu kau hebat,tak terpaku meski sakit mencoba kuasaimu dari kuatnya asa.
Sekarang kupastikan disini, disisimu.
Menjagamu adalah alasan utamaku,entah mengapa,entahlah.hanya tak mampu melihatmu dengan murung memendung.
#perihal mendampingi ku pastikan ada
Adapun engkau tak lelahnya berpendar gurau dalam ambang resahmu.
Aku dengan dinginku mencari hari tanpa kacamata
Isyaratkan tentang gelisah tak mampu jelas berjalan dengan kepastian.
Tak menentu kadang hujan itu datang,hampiri tiap mata2 perindu hujan . Memang seharusnya deras saat perihal demikian.
Gemerlap yang biasanya memang terasa berbeda,
tak mengapa karena rengkuhku hanya kusandarkan padamu
Kau belajar merebahkan lara,hadapi segenap geming,lewati segenggam dera.
Bersama lukamu kau hebat,tak terpaku meski sakit mencoba kuasaimu dari kuatnya asa.
Sekarang kupastikan disini, disisimu.
Menjagamu adalah alasan utamaku,entah mengapa,entahlah.hanya tak mampu melihatmu dengan murung memendung.
#perihal mendampingi ku pastikan ada
Jumat, 21 Oktober 2016
Bodohnya asa
Katakanlah kau mencinta,tanpa ada materi tanpa ada dirinya , pahami maknanya dan masuklah ke dalamnya
Aku hanyalah seberkas kenang yang terlupakan oleh hari.
Terhapuskan oleh waktu tentang sejuta asa yang pernah terangkum oleh senyum.
Cukup saja kau tau tentang ini,tentang kerinduanku berdialog denganmu,tentang ruang yang inginkan kembali canda tawa kita.
Yakini kembali dengan sekian lara menemani
Dengan dirimu hidupkanku dengan sakit yang entah kapan berhenti,
pernah harap bersanding kasih,jauh dari perkiraan seorang diri,yang terjadi ruang hampa berjumpakan resah.
Padahal mata tak lelahnya harapkanmu penuhi penglihatanku.
sembari hembus nafas ku lantunkan bisu.
Bergurau dalam ekspektasi hanyalah catatan sakit yang ada dalam hati.berpahamkan janggal tentang semuanya,tentang kita,tentang aku dan dirimu.
#aku,kamu dan dia
Aku hanyalah seberkas kenang yang terlupakan oleh hari.
Terhapuskan oleh waktu tentang sejuta asa yang pernah terangkum oleh senyum.
Cukup saja kau tau tentang ini,tentang kerinduanku berdialog denganmu,tentang ruang yang inginkan kembali canda tawa kita.
Yakini kembali dengan sekian lara menemani
Dengan dirimu hidupkanku dengan sakit yang entah kapan berhenti,
pernah harap bersanding kasih,jauh dari perkiraan seorang diri,yang terjadi ruang hampa berjumpakan resah.
Padahal mata tak lelahnya harapkanmu penuhi penglihatanku.
sembari hembus nafas ku lantunkan bisu.
Bergurau dalam ekspektasi hanyalah catatan sakit yang ada dalam hati.berpahamkan janggal tentang semuanya,tentang kita,tentang aku dan dirimu.
#aku,kamu dan dia
Senin, 17 Oktober 2016
Akulah sandaranmu
Hari ini terbasahkan kelopakku karnamu,
Tak kuasa mengedip sampai tak sadar banyak tetesan berjatuhan,akulah perasamu wahai dinda,
hanya bertatapkan pundakmu ku mampu rasakan perihal sakitmu,
Sekarang ku tak mampu lantunkan senyum,
Sedih merasuk seketika melihatmu menggigil menahan lara,tutupi malumu justru buatmu semakin dirasa deru
Berbincangku tergantikan oleh air mataku,diam.
Tidak denganmu,sembari teteskan pilu kau enggan membisu ,hanya dengan ingin tak terlihat lemah dihadapanku.
Diriku adalah sandaranmu tanpa kau minta,mampu temanimu sampai kulihatmu kembali dalam hawa ceria.
Setiaku kembalikanmu sampai titik berlabuh dalam peraduanmu . Inginkanmu bahagia tanpa ada hal yang buat kelopakmu basah kembali.
Kutunggu senyummu bersama dengan ceritamu.
#riart
Tak kuasa mengedip sampai tak sadar banyak tetesan berjatuhan,akulah perasamu wahai dinda,
hanya bertatapkan pundakmu ku mampu rasakan perihal sakitmu,
Sekarang ku tak mampu lantunkan senyum,
Sedih merasuk seketika melihatmu menggigil menahan lara,tutupi malumu justru buatmu semakin dirasa deru
Berbincangku tergantikan oleh air mataku,diam.
Tidak denganmu,sembari teteskan pilu kau enggan membisu ,hanya dengan ingin tak terlihat lemah dihadapanku.
Diriku adalah sandaranmu tanpa kau minta,mampu temanimu sampai kulihatmu kembali dalam hawa ceria.
Setiaku kembalikanmu sampai titik berlabuh dalam peraduanmu . Inginkanmu bahagia tanpa ada hal yang buat kelopakmu basah kembali.
Kutunggu senyummu bersama dengan ceritamu.
#riart
Kesal
Berhenti berfikir rasanya seketika,
Di peluknya ego diri dalam perihal masalah
Salah dan salah, belajar artinya salah dari berkaca.
Melihat janggal dalam diri sampai risau dalam mataku
Memahami kalutnya keadaan sampai menjauh menghela nafas , itulah aku dengan sejuta kebimbangan
Tak Mampu memecahkan kebisuan hanya dengan sebuah kalimat, benar dia dengan dirinya,kuat tak merasa,biasa dengan tak peka.
Akulah diam dengan sejuta kekesalanku.
Beranikan berucap tanpa emosi meluap
Akulah perihal tak bijak itu,bergemuruh ambisi sampai lupa akan potensi. Belajarpun tak terpikiri,hanya sanggupkan segala asa demi terciptanya kita.
#ada saat dimana kesabaranmu akan teruji,memahamkan seseorang akan arti sebuah tanggung jawab. Pasti pernah diantara kalian merasakan ini, menyatukan banyak kepala,hingga jadi satu ,memang tak mudah.perlu kesadaran diri dalam perihal ini,,seperti yang saya rasakan dalam organisasi ,keegoisan,ketidakpedulian,ketidakpekaan, bukan tentang menjatuhkan pihak,akan tetapi mengedepankan rasa tanggung jawab,itu prioritas!
Di peluknya ego diri dalam perihal masalah
Salah dan salah, belajar artinya salah dari berkaca.
Melihat janggal dalam diri sampai risau dalam mataku
Memahami kalutnya keadaan sampai menjauh menghela nafas , itulah aku dengan sejuta kebimbangan
Tak Mampu memecahkan kebisuan hanya dengan sebuah kalimat, benar dia dengan dirinya,kuat tak merasa,biasa dengan tak peka.
Akulah diam dengan sejuta kekesalanku.
Beranikan berucap tanpa emosi meluap
Akulah perihal tak bijak itu,bergemuruh ambisi sampai lupa akan potensi. Belajarpun tak terpikiri,hanya sanggupkan segala asa demi terciptanya kita.
#ada saat dimana kesabaranmu akan teruji,memahamkan seseorang akan arti sebuah tanggung jawab. Pasti pernah diantara kalian merasakan ini, menyatukan banyak kepala,hingga jadi satu ,memang tak mudah.perlu kesadaran diri dalam perihal ini,,seperti yang saya rasakan dalam organisasi ,keegoisan,ketidakpedulian,ketidakpekaan, bukan tentang menjatuhkan pihak,akan tetapi mengedepankan rasa tanggung jawab,itu prioritas!
Sabtu, 15 Oktober 2016
Kesalutanku akan dirimu
Berfikir keras^,resapi suatu hal sepertimu
Bertanya akan semuanya tentang sisi diri
Betulkah?iya,hingga temukan kekurangan dan kelebihan
Jangan lagi lagi kau ucapkan dengan langitnya
Sedangku hanya punya samudera yang siap menjadi jalan pelayaranku,
Perahuku tak seperti perahunya,hanya mampu berjalan ditepian kotamu sampai hinggap beberapa saat.
Lalui titik titik sunyi tanpa sebuah kesalutan
Bukan kagum akan keadaanmu,hanya heran pahamkan diri
Cinta itu bukan hanya tentang sebuah kesalutan
Temukan ketukan irama,temukan gemuruh lara
Bukan sebuah nilai tentang butiran2 materi
Belum sampai akan hembus dewasamu
Heranku sisihkanku tanda tanya.
Kala bertambah sebuah kagum maka hilang nurani hati
Diriku juga dirimu, punya sisi berbeda mengenal seseorang
Sembari tatap kenang,ku tangisi jalanan
Sedang kursi kursi itu teteskan deru
Tumpahkan kenang kita untuk hal derita
Penuh luka ruang itu,namun semuanya penuh dinamika cerita.(sembarimenolehkenangdalamkotamu)
Bertanya akan semuanya tentang sisi diri
Betulkah?iya,hingga temukan kekurangan dan kelebihan
Jangan lagi lagi kau ucapkan dengan langitnya
Sedangku hanya punya samudera yang siap menjadi jalan pelayaranku,
Perahuku tak seperti perahunya,hanya mampu berjalan ditepian kotamu sampai hinggap beberapa saat.
Lalui titik titik sunyi tanpa sebuah kesalutan
Bukan kagum akan keadaanmu,hanya heran pahamkan diri
Cinta itu bukan hanya tentang sebuah kesalutan
Temukan ketukan irama,temukan gemuruh lara
Bukan sebuah nilai tentang butiran2 materi
Belum sampai akan hembus dewasamu
Heranku sisihkanku tanda tanya.
Kala bertambah sebuah kagum maka hilang nurani hati
Diriku juga dirimu, punya sisi berbeda mengenal seseorang
Sembari tatap kenang,ku tangisi jalanan
Sedang kursi kursi itu teteskan deru
Tumpahkan kenang kita untuk hal derita
Penuh luka ruang itu,namun semuanya penuh dinamika cerita.(sembarimenolehkenangdalamkotamu)
Rindu yang tertinggal
Kau adalah sajak dimana puisi2ku tertulis,seakan sulit terhenti bait bait menyusun.
Aku adalah pena dalam sudut lembaran putih ,isyaratkan bahagia juga duka
Kau alasanku rangkai sajakku,sehingga tak mungkin habis menari2 hingga terjatuh tersungkur kesakitan.
Salah mengiraku tentang dirimu dengan semua kata mesramu,yang ku kira sebuah kepastian akan harapan yang mungkin akan kita bangun.
aku pahamkan diri ini siapa? Mengarang melodi indah yang gamblang akan lara .aku sulit akhirimu jikalau masih berbaring ragaku dalam hawa kotamu.
Menghimpit perlahan selepas pesan yang kau berikan tepat tengah malam ,entahlah aku dengan dirimu,yang tak kau tau seharian ku nantikan dirimu dengan kabar manismu.memang manis akhirnya tapi tidak dengan namaku ,masih sama dengan melihat diri sendiri ,
yang bodoh setelah tau .yang tak mau menghindar kala sakit terus menerjang ,yang hilangkan logika hingga menyiksa terus dirasa.
Bagaimana ku hapuskanmu sekarang,jalanan besar hingga setapak pernah ku lalui bersamamu,teh teh hangat hingga dingin mnjadi mata bagi seorang perindu senja,,bagi diriku akan kehangatan dirimu juga dinginnya dirimu. Aku pahamkan diri atas semua yang kau lakukan
Kini lagi ku berlagu dalam henig nya pagi,aku bendung tetesan air mataku sampai ku tatap matamu,sampai disampingku ragamu .
aku ingin di sampingmu sekarang ini,menangis deru nikmati ujung lara di penghabisan nafasku .
Bahagiamu undangku dalam hanyutnya perih,mengikis perlahan mengiris hati hati yang tulus, tidak dengan kurangnya rasa cinta,,
Dia benar dengan dirinya,sedangku entah.hanya tak mau tapi tak bisa luapkan,,aku membencimu dengan semua hal yang kau berikan .
dengan potret2 kenang kita akan sebuah kaki yang terus melangkah bersama susur semua tepi tepi kota ini,,aku dan kamu adalah cinta,entahlah itu yang kurasakan.
bersanding kasih tanpa sebuah syarat ku nyanyikan di kotamu,,ya kita masih bersama sampai detik ini dan masih susur tepian kota,,itu hobiku denganmu,entah denganmu.
Aku bahagiakan diriku hanya dengan disampingmu,,bercandakan hati tentang rasa yang kian membuncah obati hari yang keruh akan kekalutan.
Aku adalah rindu yang tertinggal dalam tasmu,selalu bersamamu senantiasa di belakangmu sampai tergelatak di atas meja di ujung waktu,hanya bisa menunduk tanpa ada nyawa yang membangunkanku.
#riart
Aku adalah pena dalam sudut lembaran putih ,isyaratkan bahagia juga duka
Kau alasanku rangkai sajakku,sehingga tak mungkin habis menari2 hingga terjatuh tersungkur kesakitan.
Salah mengiraku tentang dirimu dengan semua kata mesramu,yang ku kira sebuah kepastian akan harapan yang mungkin akan kita bangun.
aku pahamkan diri ini siapa? Mengarang melodi indah yang gamblang akan lara .aku sulit akhirimu jikalau masih berbaring ragaku dalam hawa kotamu.
Menghimpit perlahan selepas pesan yang kau berikan tepat tengah malam ,entahlah aku dengan dirimu,yang tak kau tau seharian ku nantikan dirimu dengan kabar manismu.memang manis akhirnya tapi tidak dengan namaku ,masih sama dengan melihat diri sendiri ,
yang bodoh setelah tau .yang tak mau menghindar kala sakit terus menerjang ,yang hilangkan logika hingga menyiksa terus dirasa.
Bagaimana ku hapuskanmu sekarang,jalanan besar hingga setapak pernah ku lalui bersamamu,teh teh hangat hingga dingin mnjadi mata bagi seorang perindu senja,,bagi diriku akan kehangatan dirimu juga dinginnya dirimu. Aku pahamkan diri atas semua yang kau lakukan
Kini lagi ku berlagu dalam henig nya pagi,aku bendung tetesan air mataku sampai ku tatap matamu,sampai disampingku ragamu .
aku ingin di sampingmu sekarang ini,menangis deru nikmati ujung lara di penghabisan nafasku .
Bahagiamu undangku dalam hanyutnya perih,mengikis perlahan mengiris hati hati yang tulus, tidak dengan kurangnya rasa cinta,,
Dia benar dengan dirinya,sedangku entah.hanya tak mau tapi tak bisa luapkan,,aku membencimu dengan semua hal yang kau berikan .
dengan potret2 kenang kita akan sebuah kaki yang terus melangkah bersama susur semua tepi tepi kota ini,,aku dan kamu adalah cinta,entahlah itu yang kurasakan.
bersanding kasih tanpa sebuah syarat ku nyanyikan di kotamu,,ya kita masih bersama sampai detik ini dan masih susur tepian kota,,itu hobiku denganmu,entah denganmu.
Aku bahagiakan diriku hanya dengan disampingmu,,bercandakan hati tentang rasa yang kian membuncah obati hari yang keruh akan kekalutan.
Aku adalah rindu yang tertinggal dalam tasmu,selalu bersamamu senantiasa di belakangmu sampai tergelatak di atas meja di ujung waktu,hanya bisa menunduk tanpa ada nyawa yang membangunkanku.
#riart
Temui aku lewat mimpimu
Malam datangkan renung
Padukan antara senyap dengan hening
Menyatu waktu senyawa senyawa di ujung waktu
Tak mampu berpaling dari gundah keadaan
Berpasrah hati ikhlaskan keteduhan hari
Saatnya tidur baringkan krikil krikil jalan
Hadapkan diri pada lentera yang kian meredup
Lantunkan pikiran sayup pada sudut ruang
Bayangmu menjelma menyelusup relung jiwa
Gertakan hati akan rindu merasuk
Tak sanggup lagi membendung asa sua
Lengkapi pagi lengkapi senja
Asaku demikian,
Denganmu sang rindu harap datang temuiku
Sedang Bunga tidur masih bergejolak bagai sebuah lagu
Tumbuh bahagia berikanku mekar pada kalbu.
#Riart
Padukan antara senyap dengan hening
Menyatu waktu senyawa senyawa di ujung waktu
Tak mampu berpaling dari gundah keadaan
Berpasrah hati ikhlaskan keteduhan hari
Saatnya tidur baringkan krikil krikil jalan
Hadapkan diri pada lentera yang kian meredup
Lantunkan pikiran sayup pada sudut ruang
Bayangmu menjelma menyelusup relung jiwa
Gertakan hati akan rindu merasuk
Tak sanggup lagi membendung asa sua
Lengkapi pagi lengkapi senja
Asaku demikian,
Denganmu sang rindu harap datang temuiku
Sedang Bunga tidur masih bergejolak bagai sebuah lagu
Tumbuh bahagia berikanku mekar pada kalbu.
#Riart
Kini adalah kamu
Belajarku termangu dari masa lalu
Menegaskan diri bahwa kejutan manis ada dalam dirimu
Tak mau ikut arusnya yang bergejolak jerumuskan rasa
Dia hanya sebuah kata kecil di persimpangan jalan
Lupa entah apa kalimatnya
Sedang kini aku kenal untaian namamu bersama kasihmu
Terketuk hati akan dirimu sebagai ujung dari persinggahan
Bukan tentang ucap kata yakin,
namun sisimu anggapku berbeda dari yang lain
Kini tiada lagi lamunan senja diujung waktu.
Kau tau?Asaku Hanya ingin tatapkan sore bersama senyumanmu
Karenamu kini kumau hanyutkan semua lamunku dalam kalbumu(sembariberanjakdarikenang)
#Riart
Menegaskan diri bahwa kejutan manis ada dalam dirimu
Tak mau ikut arusnya yang bergejolak jerumuskan rasa
Dia hanya sebuah kata kecil di persimpangan jalan
Lupa entah apa kalimatnya
Sedang kini aku kenal untaian namamu bersama kasihmu
Terketuk hati akan dirimu sebagai ujung dari persinggahan
Bukan tentang ucap kata yakin,
namun sisimu anggapku berbeda dari yang lain
Kini tiada lagi lamunan senja diujung waktu.
Kau tau?Asaku Hanya ingin tatapkan sore bersama senyumanmu
Karenamu kini kumau hanyutkan semua lamunku dalam kalbumu(sembariberanjakdarikenang)
#Riart
Kotamu hadirkan kenang
Tak bosan bercerita Terang malammu
Lampu2 jalanan senantiasa berpeluk rembulan
tak jua jenuh masuk dalam cerita tersebut
Meski berkali kali menjadi pemerannya
Tak mau terasing walaupun hanya sedikit waktu
Senang,Bergurau sampai larutnya petang
Ha ha ha ,begitu hingga lelah menjemput
Sedang diriku Tak sanggup cepat cepat berbenah beranjak.
Seringkali tempuh ini namun semakin menjadi jadi
Di penghabisanku kutuliskan kotamu.
Kutuliskan pula namamu
Inginku,berjaga
sebelum pagi menyambut
sebelum kerumunan anak berseragam berjalan
Sebelum uap2 panas menjelma dalam kemacetan
Inilah kotamu,Meriahkan jejak hidupku lukiskan rindu2.
#Riart
#pasti pernah dari temen2 merasakan ini nih,khususnya bagi yang merantau ya,hehe ,singgah di kota lain beberapa saat,yang bekerja atau menmpuh pendidikan. Gak luput ama yang namanya kenangan,bahkan sampe betah dan males mau pulang kampung,karena banyak sekali kenyamanan yang di tawarkan dalam kota tersebut .salah satunya nih Yogyakarta, kota pelajar dengan segudang mahasiswa,dengan budayanya yang benar2 gak di miliki kota lain,di jamin,mager nih di sini,Asli!
Sepertiku dan sepertimu
Tak ada alasan untuk hujan bersandar kepada angin
Meniup tenang sedikit getarkan atap2 manusia, dentingnya tidaklah riuh, ciptakan rindu sapukan jenuh,tidak lupa bercengkrama hingga waktupun tak dirasa,
gerimis berikanku ruang tersendiri untuk bercerita
Berikanku lembaran2 pena tuliskan bait bait kata,
Sedikit terangkai prosa prosa dalam sukma.
Sekarang,Sejenak ku baringkan diri mencium gemercik senandung alam.nampak merasuk lewat celah2 kayu jendela sebuah seruan rindu .
Dingin menggigil nyaman terasa,begitupun,angin dan hujan.sepertiku dan sepertimu.beriringan mengikuti tanpa menanggalkan aromanya.
Meniup tenang sedikit getarkan atap2 manusia, dentingnya tidaklah riuh, ciptakan rindu sapukan jenuh,tidak lupa bercengkrama hingga waktupun tak dirasa,
gerimis berikanku ruang tersendiri untuk bercerita
Berikanku lembaran2 pena tuliskan bait bait kata,
Sedikit terangkai prosa prosa dalam sukma.
Sekarang,Sejenak ku baringkan diri mencium gemercik senandung alam.nampak merasuk lewat celah2 kayu jendela sebuah seruan rindu .
Dingin menggigil nyaman terasa,begitupun,angin dan hujan.sepertiku dan sepertimu.beriringan mengikuti tanpa menanggalkan aromanya.
#Riart
Jumat, 14 Oktober 2016
Adanya sekedar bait kecil
Perlahan ku merasuk dalam hening tatapanmu,
susuri ruang2 gelap hingga hilang tanpa tau hinggap,
tak bersuara kala sakit mencoba rusakmu dari hingar bingar jiwamu,.akulah perasa kata2 mereka yang tersembunyi,tanpa kau tau inginkanmu rangkum senyum senyum dunia,dan ku percayakan,kau sanggup lalui semuanya.
dirimu adalah buku dari semua bait bait kecilku,tersusun seadanya hingga menjadi seikat kalimat sekedarnya serupa.
Mencoba telusurimu lebih dalam lewat perihal ucapan,kudapati damai merasuk dalam sukma .
bermelodi malu ungkap sedikit hal tentang inginmu,kadangkala aku terlalu hanyut dalam pesonamu hingga lupa akan ruang yang ku singgahi.
Lebih dari itu ku biarkan dalam nyaman,
sedang hati tak bosan melakoni kesetiaan.
Sembari ku tulis lagi sajak perihal tentangmu,tentang diriku juga tentang dirimu.
Tentang bagaimana mata kita bertemu,berbincang,bercumbu juga berlagu.
susuri ruang2 gelap hingga hilang tanpa tau hinggap,
tak bersuara kala sakit mencoba rusakmu dari hingar bingar jiwamu,.akulah perasa kata2 mereka yang tersembunyi,tanpa kau tau inginkanmu rangkum senyum senyum dunia,dan ku percayakan,kau sanggup lalui semuanya.
dirimu adalah buku dari semua bait bait kecilku,tersusun seadanya hingga menjadi seikat kalimat sekedarnya serupa.
Mencoba telusurimu lebih dalam lewat perihal ucapan,kudapati damai merasuk dalam sukma .
bermelodi malu ungkap sedikit hal tentang inginmu,kadangkala aku terlalu hanyut dalam pesonamu hingga lupa akan ruang yang ku singgahi.
Lebih dari itu ku biarkan dalam nyaman,
sedang hati tak bosan melakoni kesetiaan.
Sembari ku tulis lagi sajak perihal tentangmu,tentang diriku juga tentang dirimu.
Tentang bagaimana mata kita bertemu,berbincang,bercumbu juga berlagu.
Akan terbiasa
Gerimis bergumam,
Berbicara padaku tentang makna sebuah kenang.
Harus terbiasa dengan dentingannya,dengan lara tiap tetes2nya.
Pernah,Aku adalah sebuah buku kecil dalam bisikmu,
melewati ruang2 tawa merekahkan sebuah jiwa. Jiwa yang paham akan hati yang tertambat mantap dalam dirimu .singgahi hati isi yang ber asa memapah diri.
Jawabannya adalah salah,dan salah .
berani melangkah dengan symphony indah menepi hati awalnya.
sampai risau menyiksa pada tatapanmu sang senja.
Masih menangis ketika hujan mengisi tatapku,
Gelisah berderu tanpa mau berlagu.
Belajar ikhlaskan pilu akan arti sebuah rindu.
Rindu,,pergilah wahai rindu.
Hujani setiap hembusku ungkap kembali hawa dirimu,
Mengingatkan, temani langkah kita kala rinai bermain melodinya, Sembari pejamkan mata , nikmati derasnya suara,,
Ku kenang dirimu,tanpa ku berkata,
Ku bisikan asaku lewat tetesan"cerita kita.
Berbicara padaku tentang makna sebuah kenang.
Harus terbiasa dengan dentingannya,dengan lara tiap tetes2nya.
Pernah,Aku adalah sebuah buku kecil dalam bisikmu,
melewati ruang2 tawa merekahkan sebuah jiwa. Jiwa yang paham akan hati yang tertambat mantap dalam dirimu .singgahi hati isi yang ber asa memapah diri.
Jawabannya adalah salah,dan salah .
berani melangkah dengan symphony indah menepi hati awalnya.
sampai risau menyiksa pada tatapanmu sang senja.
Masih menangis ketika hujan mengisi tatapku,
Gelisah berderu tanpa mau berlagu.
Belajar ikhlaskan pilu akan arti sebuah rindu.
Rindu,,pergilah wahai rindu.
Hujani setiap hembusku ungkap kembali hawa dirimu,
Mengingatkan, temani langkah kita kala rinai bermain melodinya, Sembari pejamkan mata , nikmati derasnya suara,,
Ku kenang dirimu,tanpa ku berkata,
Ku bisikan asaku lewat tetesan"cerita kita.
#bukan hanya perihal keindahan,ia banyak mengejarkanmu tentang bagaimana kamu lebih baik dalam melangkah ke depan nanti.meski sakit bila teringat,meski galau jadinya,perlakukan kenangan secara bijak ,maka dewasalah dirimu karena sebuah kenang.
Kamis, 13 Oktober 2016
Hilanglah kenang
Kota ini adalah perihal sakit
Sekedarnya menyiksa dengan kenang tiap sudut kota.
Hadirkan titik titik pilu hanyutkanku lemah berpasungkan pasrah, biar meradang tanpa ada asa disapa, mampu menyendiri tanpa lagi fikir menggali.
Aku adakan kuat tiap helai tatapanmu.meski temui kembali dirinya dalam bayang rindu.
Tak bisa memalingkan kala perihal demikian mencoba jatuhkanku,
Mencoba melawan meski tak kuasa sakiti diri sendiri,
Berat melangkah tiap setapak jalanan ini,tak lelahnya menggugahku dari kenang masa lalu.
Dalam tiap heningnya hari kuselipkan harapanku,
Dalam tiap temunya lima waktu ku kirimkan doaku,
Harap terbiasa tanpa perlu lagi terucap gumam,
Tanpa ada lagi basahi kelopak, dan takada lagi namamu dalam hatiku.
#mungkin pernah di antara kalian merasakan betapa sulit melupakan seseorang dengan kenangan yang begitu banyak.
Apalagi tak bisa pergi,tak bisa singgah dari kota yang penuh lara itu,temukanlah yang baru dengan cerita yang baru pula,ia mungkin akan membantumu hilangkan semua kenanganmu.
#Riart
Sekedarnya menyiksa dengan kenang tiap sudut kota.
Hadirkan titik titik pilu hanyutkanku lemah berpasungkan pasrah, biar meradang tanpa ada asa disapa, mampu menyendiri tanpa lagi fikir menggali.
Aku adakan kuat tiap helai tatapanmu.meski temui kembali dirinya dalam bayang rindu.
Tak bisa memalingkan kala perihal demikian mencoba jatuhkanku,
Mencoba melawan meski tak kuasa sakiti diri sendiri,
Berat melangkah tiap setapak jalanan ini,tak lelahnya menggugahku dari kenang masa lalu.
Dalam tiap heningnya hari kuselipkan harapanku,
Dalam tiap temunya lima waktu ku kirimkan doaku,
Harap terbiasa tanpa perlu lagi terucap gumam,
Tanpa ada lagi basahi kelopak, dan takada lagi namamu dalam hatiku.
#mungkin pernah di antara kalian merasakan betapa sulit melupakan seseorang dengan kenangan yang begitu banyak.
Apalagi tak bisa pergi,tak bisa singgah dari kota yang penuh lara itu,temukanlah yang baru dengan cerita yang baru pula,ia mungkin akan membantumu hilangkan semua kenanganmu.
#Riart
Rabu, 12 Oktober 2016
Patah karnamu
Sudah Terlalu lama perihal menunggumu,
Berapa waktu lagi sampai mati yang harus kudapati.
Yang ada dalam pikirku juga hatiku ,jauhmu tak mengapa jikalau mampu kau bayar semua ucapanmu.
semua janji indahmu,disini dalam kesendirianku sering kali ku berpacu dengan kerinduan yang menyakitkan.
Masih sulit menahan gejolak ini entah bagaimana akhirnya nanti. Terkadang aku inginkanmu disisi, temani kekosongan fikirku yang parah dengan kesakitan.
Tapi ku pahami dirimu yang akan semakin buat diri lara
Mungkin hanya lewat pesan bila hati ini merindu,kabari sekedar tanya kecil,keadaanmu juga perasaanmu.
Seketika ku baringkan segenap hati dalam ruang tersendiri, menyiutkan harapan tentang hati yang tak mampu merengkuh . Aku biasakan meski yang kusebut lara berjatuhan .
tak kunjung henti tentang apa pahammu,tantang gerikmu yang buatku risau.
Ternyata kau bertahan diatas semua ini,dalam diriku juga dalam hatinya.entah apa maksudmu akan mengarang sandiwara atau apapun ,ku hanya membungkus emosi perih dalam kecilnya sukma. Bersuara lirih kala mata belajar derasnya hujan dipersimpangan jalan.
Belajar tersenyum setelah melihat semuanya hancur oleh angin senja. Menuliskan dalam hati tentang sebuah kepiluan,
Tentang runtuhnya perasaan,dan tentang patahnya harapan
Berapa waktu lagi sampai mati yang harus kudapati.
Yang ada dalam pikirku juga hatiku ,jauhmu tak mengapa jikalau mampu kau bayar semua ucapanmu.
semua janji indahmu,disini dalam kesendirianku sering kali ku berpacu dengan kerinduan yang menyakitkan.
Masih sulit menahan gejolak ini entah bagaimana akhirnya nanti. Terkadang aku inginkanmu disisi, temani kekosongan fikirku yang parah dengan kesakitan.
Tapi ku pahami dirimu yang akan semakin buat diri lara
Mungkin hanya lewat pesan bila hati ini merindu,kabari sekedar tanya kecil,keadaanmu juga perasaanmu.
Seketika ku baringkan segenap hati dalam ruang tersendiri, menyiutkan harapan tentang hati yang tak mampu merengkuh . Aku biasakan meski yang kusebut lara berjatuhan .
tak kunjung henti tentang apa pahammu,tantang gerikmu yang buatku risau.
Ternyata kau bertahan diatas semua ini,dalam diriku juga dalam hatinya.entah apa maksudmu akan mengarang sandiwara atau apapun ,ku hanya membungkus emosi perih dalam kecilnya sukma. Bersuara lirih kala mata belajar derasnya hujan dipersimpangan jalan.
Belajar tersenyum setelah melihat semuanya hancur oleh angin senja. Menuliskan dalam hati tentang sebuah kepiluan,
Tentang runtuhnya perasaan,dan tentang patahnya harapan
Berbeda sudah ceritanya
Kali ini hariku terasa berbeda,
Senja dalam kotamu hanya sekedarnya hawa
Memaknai keadaanmu yang kini sudah berbeda
Ikhlas,belajar perihal melepas dengan senyuman
Merelakan tatapanmu untuknya,untuk pilihanmu
Kini,Bukan lagi tentang susur tepian kotamu
Bukan pula tentang segelas teh kita
Hanya tentang asa yang tertundukan oleh kemauan
Tentang lara yang terbiasa karnamu,tentang potret barumu tunjukanku sebuah kebahagiaan .
Kadang ku bertanya pada diriku sendiri tentang kecemasan,kenapa ku masih kawatirkanmu?sedangmu bermain lara,coba sisihkanku yang kurasa dera.
Hujanku mungkin terasa berbeda,
Ia tak lagi bersuara dengan dentingannya,
Rinainya pilu bawa deru suasana,bukan tentang dirimu lagi,kini tak seharusnya ku merindu.tak semestinya ku berlagu ,dan lewat angin senja kutitipkan kekalutanku
-)
Senja dalam kotamu hanya sekedarnya hawa
Memaknai keadaanmu yang kini sudah berbeda
Ikhlas,belajar perihal melepas dengan senyuman
Merelakan tatapanmu untuknya,untuk pilihanmu
Kini,Bukan lagi tentang susur tepian kotamu
Bukan pula tentang segelas teh kita
Hanya tentang asa yang tertundukan oleh kemauan
Tentang lara yang terbiasa karnamu,tentang potret barumu tunjukanku sebuah kebahagiaan .
Kadang ku bertanya pada diriku sendiri tentang kecemasan,kenapa ku masih kawatirkanmu?sedangmu bermain lara,coba sisihkanku yang kurasa dera.
Hujanku mungkin terasa berbeda,
Ia tak lagi bersuara dengan dentingannya,
Rinainya pilu bawa deru suasana,bukan tentang dirimu lagi,kini tak seharusnya ku merindu.tak semestinya ku berlagu ,dan lewat angin senja kutitipkan kekalutanku
-)
Seperti kata dedaunan,ia hanya ikut menoleh bersama hembus angin.
mengikuti arusnya tanpa enggan berkata.
Berpasrah diri melambai dengan penuh canda.
ia tak resah kala harus terjatuh tinggalkan peraduan,menjauh pergi iklas meski sendiri.
bertanyanya sekedar berbalik pundak,melihat sekeliling yang memang sudah berbeda.
Keadaan adalah saat dimana diri singgah.tak rapih,tak nyaman . Adanya demikian, haruskan tambatkan hati akan waktu yang bergulir lara.
Nikmati hembusannya perlahan menyiksa .
Denganmu ku tak mampu lagi bersajak merdu,tinggalkan sisa sisa kenang yang membekas dalam jalanan usang.
Bertaruh nafas dengan diri yang semakin melemah,robohkan segenap asa yang kadang muncul dikelopakku,bergurau tentang tanya maukan berbaring dahaga dalam senyawa prosaku.
Sedang Aku masih dalam permainan barumu.menjadi daun dalam skenario pohonmu.terjatuh lemas tertiup angin dan hilang entah kemana.
Selasa, 11 Oktober 2016
Selamat pagi wahai hati
Seakan kenyamanan menyelimuti kita sampai tiba pada saat gumpalan gumpalan langit memutih.,
Mencoba menggerakan perlahan melawan seribu mimpi
Sedikit demi sedikit suara2 memasuki diri,membawa kita dari samar menuju sebuah kejelasan,
terdengar lagi ketukan ketukan langkah mereka.. mengisyaratkan waktu tlah membuka harinya.
Terbangun dari segala angan hadirkan asa asa baru.
Mengikuti kehendak jemari menarik elektronik pengirim pesan . Bergelora rasa ini saat dirimu tersenyum simpul di sudut dinding chat,ya itu fotomu . Bergetar di dada mengiringi senyum cerita .
Hangatkan suasana karena senandung bahagia.karena sang pagiku adalah dirimu,adinda.
#teruntukdiayangtaklelahtemani
#Riart
Mencoba menggerakan perlahan melawan seribu mimpi
Sedikit demi sedikit suara2 memasuki diri,membawa kita dari samar menuju sebuah kejelasan,
terdengar lagi ketukan ketukan langkah mereka.. mengisyaratkan waktu tlah membuka harinya.
Terbangun dari segala angan hadirkan asa asa baru.
Mengikuti kehendak jemari menarik elektronik pengirim pesan . Bergelora rasa ini saat dirimu tersenyum simpul di sudut dinding chat,ya itu fotomu . Bergetar di dada mengiringi senyum cerita .
Hangatkan suasana karena senandung bahagia.karena sang pagiku adalah dirimu,adinda.
#teruntukdiayangtaklelahtemani
#Riart
Pernah resah
Getirnya malam tujukan harap tentang dirimu,
Resah membelenggu kala kata yang tak seharusnya terucap muncul,selimuti diri risau akan pikiran tersebut
Inginkanmu tetap terbingkai rapih dalam letak hatiku.
Aku ada dalam kediaman yang sama,dari masa masa awal melintas disamping pundakmu sampai mampu bertatapkan kelopak indahmu. Berjejakan kenang kita terus melangkah sesuai kehendak hati,lewati fluktuasi perasaan yang kian memberat dalam diri.
sampai menyerap senyuman2 yang tak bosan dengan kekalutan.merengkuhmu adalah alasanku masih menetap nyaman disini.berserakan bahagia kita sampai lupa akan rinai lara.
Resah membelenggu kala kata yang tak seharusnya terucap muncul,selimuti diri risau akan pikiran tersebut
Inginkanmu tetap terbingkai rapih dalam letak hatiku.
Aku ada dalam kediaman yang sama,dari masa masa awal melintas disamping pundakmu sampai mampu bertatapkan kelopak indahmu. Berjejakan kenang kita terus melangkah sesuai kehendak hati,lewati fluktuasi perasaan yang kian memberat dalam diri.
sampai menyerap senyuman2 yang tak bosan dengan kekalutan.merengkuhmu adalah alasanku masih menetap nyaman disini.berserakan bahagia kita sampai lupa akan rinai lara.
Sulit pahami rindu
Aku kemas semua kotak kotak rinduku ini,
Biarlah sakit sampai meradang hingga tak kunjung mereda.
sudah terlanjur ku tulis Bait tak penting ini
Segan ingin sampaikan hasrat,hanya sekedar tanya kecil.
Waktu pahami sesulit apa kutatahkan langkahku yang tertatih, sampai pilu adalah semua jawaban2mu
Mulai lagi deru terpecah kala rasa yang tak kunjung berbalas,terpasung dalam senyap,membagikan cerita lewat hati yang sepi,tanpa mata bicara hanya berdiam di sudutan senja
-
Malamku kini mendengarmu bersama ketukan2 malam,tanpa menyapa ku isyaratkan dentinganmu dalam selimut rinduku.aku terdiam dengan segenap diri menunggu senja hadir gulirkan senyum senyum kita.
terkadang baiknya mungkin kusimpan tatapanku dalam bisuku,hingga tak mungkin kau tau apa yang terjadi padaku.mungkin ini hanya sepercik rindu.
#Riart
Biarlah sakit sampai meradang hingga tak kunjung mereda.
sudah terlanjur ku tulis Bait tak penting ini
Segan ingin sampaikan hasrat,hanya sekedar tanya kecil.
Waktu pahami sesulit apa kutatahkan langkahku yang tertatih, sampai pilu adalah semua jawaban2mu
Mulai lagi deru terpecah kala rasa yang tak kunjung berbalas,terpasung dalam senyap,membagikan cerita lewat hati yang sepi,tanpa mata bicara hanya berdiam di sudutan senja
-
Malamku kini mendengarmu bersama ketukan2 malam,tanpa menyapa ku isyaratkan dentinganmu dalam selimut rinduku.aku terdiam dengan segenap diri menunggu senja hadir gulirkan senyum senyum kita.
terkadang baiknya mungkin kusimpan tatapanku dalam bisuku,hingga tak mungkin kau tau apa yang terjadi padaku.mungkin ini hanya sepercik rindu.
#Riart
Tanyaku dalam bisu
Waktu lalu hanya bermain layaknya harapan usang
Perihal tentangmu sudah layaknya jejak sebuah kenang,
hanya sebuah jejak yang tak berpenghuni
Tak mau lagi lihat skema sandiwaramu,meliuk kesakitan meski lama hilang tujuan.
Kotamu sekedarnya adalah isak.
Memang adanya tetesan deru lahir karena dirimu,sementara ini tersisa perih luka bekas sobekanmu
Harapkan jadi paragraf cerita,akan tatapi memudar akan semua tinta.
aku Letakan kotor seberkas dalam genggaman,!caci diri sendiri lantaran kecewa menempel ditepian naskahku.bukan ini mauku! lantas mengapa dirimu masih saja berlelah cemaskanku? Tanyaku bergumam membisu
Perihal tentangmu sudah layaknya jejak sebuah kenang,
hanya sebuah jejak yang tak berpenghuni
Tak mau lagi lihat skema sandiwaramu,meliuk kesakitan meski lama hilang tujuan.
Kotamu sekedarnya adalah isak.
Memang adanya tetesan deru lahir karena dirimu,sementara ini tersisa perih luka bekas sobekanmu
Harapkan jadi paragraf cerita,akan tatapi memudar akan semua tinta.
aku Letakan kotor seberkas dalam genggaman,!caci diri sendiri lantaran kecewa menempel ditepian naskahku.bukan ini mauku! lantas mengapa dirimu masih saja berlelah cemaskanku? Tanyaku bergumam membisu
#Riarts
Lost of you
Untuk waktu yang lama ku tangisi dirimu
Tertatih kala kaki ini berbelok ataupun berbalik coba lupakanmu, latih hari biasakan tak tatap langkah kecilmu
Lama sekali detikan jam kurasa,serasa tak terambil oleh sang waktu,sedang asaku inginkan bicara sebuah temu
Ada suatu proses dimana sukar kita tatahkan langkah yang berpaling,lawan arus angin cari ilalang yang nyaman satu sama lain.
Mungkin Aku bukan ilalangmu lagi yang tawarkan lembut tiap helai sentuhanku.
Saatnya menggugah hati dari kelemahan, yang kutau dirimu kawatirkan dia ,yang kutau dirimu selalu ucap berikan semangat untuknya .jadi sudah begitu jelas jikalau bibirku seharusnya diam lamunkan diri untuk diaku dalam kesibukannya. Begitu lucu kala kata indah yang kau beri untuknya berbalaskan hilafku , maaf,ku sengajakan diriku tegapkan diri untuk hal kecil.
Kita hanya butuh dekatkan diri pada sang pencipta.curahkan kekesalanku juga kekesalanmu .
(Dalamrisaukukutangisijauhmu?)
#Riart
Tertatih kala kaki ini berbelok ataupun berbalik coba lupakanmu, latih hari biasakan tak tatap langkah kecilmu
Lama sekali detikan jam kurasa,serasa tak terambil oleh sang waktu,sedang asaku inginkan bicara sebuah temu
Ada suatu proses dimana sukar kita tatahkan langkah yang berpaling,lawan arus angin cari ilalang yang nyaman satu sama lain.
Mungkin Aku bukan ilalangmu lagi yang tawarkan lembut tiap helai sentuhanku.
Saatnya menggugah hati dari kelemahan, yang kutau dirimu kawatirkan dia ,yang kutau dirimu selalu ucap berikan semangat untuknya .jadi sudah begitu jelas jikalau bibirku seharusnya diam lamunkan diri untuk diaku dalam kesibukannya. Begitu lucu kala kata indah yang kau beri untuknya berbalaskan hilafku , maaf,ku sengajakan diriku tegapkan diri untuk hal kecil.
Kita hanya butuh dekatkan diri pada sang pencipta.curahkan kekesalanku juga kekesalanmu .
(Dalamrisaukukutangisijauhmu?)
#Riart
Rindu rindu rindu
Ada waktu dimana kepulan2 rindu itu bertemu.
Berdetak getar lamanya sua inginkan raih jemarimu.
Saling menyapa bertatap semesta nikmati syahdunya cerita, sekarang bersama samudera kupeluk senyummu,
kurangkul lewat hembus angin pesona manismu,
ku sematkan pula bahagia dalam tatapan hangatmu.
seketika bermuara tentram mata indahmu dalam sukma.
Sekejap merekah gejolak hati,bermekaran bunga jiwa dalam teduhnya canda.
Dinda,Aku setiakan diri kala dimana senja masih bermain sapa dengan waktu,sampai habis nafasku tersisa kugunakan untuk berada disisimu.
#Riart
Berdetak getar lamanya sua inginkan raih jemarimu.
Saling menyapa bertatap semesta nikmati syahdunya cerita, sekarang bersama samudera kupeluk senyummu,
kurangkul lewat hembus angin pesona manismu,
ku sematkan pula bahagia dalam tatapan hangatmu.
seketika bermuara tentram mata indahmu dalam sukma.
Sekejap merekah gejolak hati,bermekaran bunga jiwa dalam teduhnya canda.
Dinda,Aku setiakan diri kala dimana senja masih bermain sapa dengan waktu,sampai habis nafasku tersisa kugunakan untuk berada disisimu.
#Riart
Dalam sibukku terselip rinduku
Kala hujan menyertai kita.
Masih menetap dengan detak detik kerinduan
Adalah dirimu dibalik senyum2 itu,bersama gerimis ku hanyutkan tangis,dan bersama malam ku hilangkan kelam.
Aku ada dengan rasa bahagia senantiasa bersamamu tanpa kau ucap kerinduan,kupastikan ada.
Hujan adalah aku dengan sejuta kerinduan,,titipkan dingin dengan butir2 kesucian ungkap diri dengan ingat masa lampau. Aku masih bersamamu tanpa bersembunyi disudut kota ini.
tanpa lelah tanpa bosan hiasi selimut hidup dalam deru kota ini,itulah dirimu.terimakasih atas semua perihal kasih tanpa syarat yang kau berikan,atas seringnya berpacu kerinduan dengan kesibukan yang terus menghampiri .
(شكرا يا حبيبتي)
#Riart
Masih menetap dengan detak detik kerinduan
Adalah dirimu dibalik senyum2 itu,bersama gerimis ku hanyutkan tangis,dan bersama malam ku hilangkan kelam.
Aku ada dengan rasa bahagia senantiasa bersamamu tanpa kau ucap kerinduan,kupastikan ada.
Hujan adalah aku dengan sejuta kerinduan,,titipkan dingin dengan butir2 kesucian ungkap diri dengan ingat masa lampau. Aku masih bersamamu tanpa bersembunyi disudut kota ini.
tanpa lelah tanpa bosan hiasi selimut hidup dalam deru kota ini,itulah dirimu.terimakasih atas semua perihal kasih tanpa syarat yang kau berikan,atas seringnya berpacu kerinduan dengan kesibukan yang terus menghampiri .
(شكرا يا حبيبتي)
#Riart
Diam merindu
Bukan hal yang mudah ketika sebuah hasrat yang kusebut rindu merasuk ,
menyiksa seisi raga perlahan menyakitkan hingga tak peduli apa yang terjadi. Ketika dirimu memilih arah yang berbeda ku pahami itu sebuah inginmu.
Kuasaku diam tanpa ada waktu yang mengajakku berbicara.
Ini salah ,seandainya mampu hatiku berucap,bersenandungkan temu tanpa mau lagi lepaskan senyumanmu pada senyuman2 yang lain.
Ku genggam bahagiamu hingga tak mukin lagi mereka tau rahasia indah dalam dirimu,karena mauku kau lepaskan terik lelah dalam sisiku.
Ada satu hal yang mungkin perlu kau tau,ku relakan tinggalkan mereka2 demi dirimu hanya korbankan rasa yang benar2 dalam makna sebuah ketulusan. Dalam bingkisanku ku baringkan lensa tawamu,kusimpan rapat sampai tak mugkin tau mereka dengan pesona candamu.
Kurindu mata kecilmu.
#Riart
menyiksa seisi raga perlahan menyakitkan hingga tak peduli apa yang terjadi. Ketika dirimu memilih arah yang berbeda ku pahami itu sebuah inginmu.
Kuasaku diam tanpa ada waktu yang mengajakku berbicara.
Ini salah ,seandainya mampu hatiku berucap,bersenandungkan temu tanpa mau lagi lepaskan senyumanmu pada senyuman2 yang lain.
Ku genggam bahagiamu hingga tak mukin lagi mereka tau rahasia indah dalam dirimu,karena mauku kau lepaskan terik lelah dalam sisiku.
Ada satu hal yang mungkin perlu kau tau,ku relakan tinggalkan mereka2 demi dirimu hanya korbankan rasa yang benar2 dalam makna sebuah ketulusan. Dalam bingkisanku ku baringkan lensa tawamu,kusimpan rapat sampai tak mugkin tau mereka dengan pesona candamu.
Kurindu mata kecilmu.
#Riart
Senjaku dalam dirimu
Soreku tersisa kuberikan hanya padamu senja
Berikan detak detik pelukan lewat tatapan mata
Sedikit luangkan rindu,kala hasrat sembunyikan asa.
masih Berdampingan lewati awan2 di persimpangan langit.Itulah kita,mulai rangkai lewat tepian kota
Coba susur gemerlap bising tenang suasana
Memang terasa berbeda,mungkin akan sepi kala salah satu dari kita coba langkah keluar kotakan ini.
Tanpa sebercakpun kenang kita lewati. Biar mereka tau, jalanan ini syahdukan canda tawa gila
Selagi pundak masih harap jemarimu, hangatku sediakan erat tanpa sebuah ragu.,
seperti waktu kini, bersua didalam bangunan usang kiranya, nampak masuk dalam rindu masa lampau
Jua Berdegup,kala tak sengaja tangan kita saling bertatap,beradu malu manjakan hati yang kian haru.
Bukan tentang ruang indah yang singgahkan kita,bukan pula tentang perihal makanan yang buat kita tuju.
Disisimu adalah alasan utamaku,sisanya hanya sekedar kecil dukung temu.(kitasinggahkankenangdalamruang)
Berikan detak detik pelukan lewat tatapan mata
Sedikit luangkan rindu,kala hasrat sembunyikan asa.
masih Berdampingan lewati awan2 di persimpangan langit.Itulah kita,mulai rangkai lewat tepian kota
Coba susur gemerlap bising tenang suasana
Memang terasa berbeda,mungkin akan sepi kala salah satu dari kita coba langkah keluar kotakan ini.
Tanpa sebercakpun kenang kita lewati. Biar mereka tau, jalanan ini syahdukan canda tawa gila
Selagi pundak masih harap jemarimu, hangatku sediakan erat tanpa sebuah ragu.,
seperti waktu kini, bersua didalam bangunan usang kiranya, nampak masuk dalam rindu masa lampau
Jua Berdegup,kala tak sengaja tangan kita saling bertatap,beradu malu manjakan hati yang kian haru.
Bukan tentang ruang indah yang singgahkan kita,bukan pula tentang perihal makanan yang buat kita tuju.
Disisimu adalah alasan utamaku,sisanya hanya sekedar kecil dukung temu.(kitasinggahkankenangdalamruang)
Disisimu
Disisimu
Berjalan layaknya dia tanpa berfikir apa kisah nanti.
Banyak mengambil pelajaran dari bagaimana meredam tangis juga ikhlas merelakan.
Dirinyaa hanya berpasrah akan cerita yang tercipta nanti.sementara diriku tak mau sesak dengan tetap di belakangmu,karena tak mungkin bila sang lengan tak melihat rupa dirimu berdiri.
Berirama" ,bermelodi dalam satu baris disisimu membisukan sajak kataku .tawarkan hangat nyaman akan sebuah tatapan kecil.
Mengajak berlagu mendorong suara lirih menyanyi.
meyakinkanku dengan senandung cerita berharap tetap bersemi sampai bahagia.
#Riart
Berjalan layaknya dia tanpa berfikir apa kisah nanti.
Banyak mengambil pelajaran dari bagaimana meredam tangis juga ikhlas merelakan.
Dirinyaa hanya berpasrah akan cerita yang tercipta nanti.sementara diriku tak mau sesak dengan tetap di belakangmu,karena tak mungkin bila sang lengan tak melihat rupa dirimu berdiri.
Berirama" ,bermelodi dalam satu baris disisimu membisukan sajak kataku .tawarkan hangat nyaman akan sebuah tatapan kecil.
Mengajak berlagu mendorong suara lirih menyanyi.
meyakinkanku dengan senandung cerita berharap tetap bersemi sampai bahagia.
#Riart
Hallo,hallo 😀,
Ini nih akibat temenan sama temen yang suka ngeblog,akhirnya jadi bikin blog juga kan,😑,it's okay , ini pengalaman baru bisa ngeSok ngeBlog.nah,disini bakalan tk tulis segala pelampiasan tentang lika liku kehidupan،haha,hallah intinya curhatanku ,tentang pengalaman,dan juga tentang perasaan,hihi
Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi temen2 semua.
Ini nih akibat temenan sama temen yang suka ngeblog,akhirnya jadi bikin blog juga kan,😑,it's okay , ini pengalaman baru bisa ngeSok ngeBlog.nah,disini bakalan tk tulis segala pelampiasan tentang lika liku kehidupan،haha,hallah intinya curhatanku ,tentang pengalaman,dan juga tentang perasaan,hihi
Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi temen2 semua.
Rinduku pada rinaimu
Waktu adalah saat ku terjebak bersamamu ditengah gemuruh hujan,menikmati dentingan rinai yang terlampau lama pundak ini bertemu .
merangkai dengan sendirinya kepulan2 rindu,
aku tunjukan sebingkai kasih dengan genggaman kecilku.
Hanya karenamu kini lemahku hanyut oleh rinainya, berpadu bahagia sematkan kenang2 kita.
Sekarang ku yakinkan terus berlabuh dalam hawa dirimu ,senantiasa siapkan tubuh ini untuk sandaran lelahmu.
Kita masih tetap bersama gerimis itu, bersama kenang2 masa usang kita,bersama senandungkan bahagia hanya untukmu sang cinta.
#Riart
#Riart
Langganan:
Komentar (Atom)